Dalam khazanah mitologi Keltik, khususnya dari wilayah Brittany, Prancis, terdapat sebuah kisah yang memikat sekaligus tragis. Kisah ini adalah tentang Kerajaan Ys (atau Keradaouenn Is), sebuah kota megah yang konon dibangun di bawah permukaan laut di Teluk Douarnenez. Seperti halnya Atlantis, Kerajaan Ys kini hanya menjadi bagian dari legenda, sebuah peringatan tentang kesombongan manusia dan tipu daya duniawi.
Menurut legenda yang telah diturunkan selama berabad-abad, Kerajaan Ys dibangun oleh Raja Gradlon dari Cornouaille atas permintaan putrinya, Dahut, yang sangat mencintai lautan. Kota ini dibangun di titik terendah tanah Brittany dan dilindungi oleh tanggul raksasa untuk menahan amukan laut. Sebuah gerbang yang dirancang dengan rumit menjaga akses masuk dan keluar kota, dan hanya Raja Gradlon yang memegang kuncinya.
Ys dikenal sebagai kota yang makmur, indah, dan maju. Namun, di balik kemegahannya, moralitas penduduknya dikabarkan merosot. Dahut, sang putri raja, digambarkan sebagai sosok yang gemar berpesta pora dan terlibat dalam berbagai intrik yang melanggar norma-norma agama dan sosial pada masa itu.
Puncak dari legenda ini berkisah tentang bagaimana laut akhirnya menelan Ys. Diceritakan bahwa seorang pria misterius, yang sering diidentifikasi sebagai iblis dalam wujud manusia, berhasil memikat Dahut. Karena pengaruh bujuk rayunya, Dahut yang terbuai rayuan sang pria nekat mencuri kunci gerbang dari leher ayahnya saat Raja Gradlon sedang terlelap tidur.
Dengan kunci tersebut, gerbang pelindung kota dibuka saat air pasang tinggi. Lautan dengan ganas menerjang masuk ke dalam kota. Raja Gradlon terbangun oleh peringatan dari orang suci (sering disebut sebagai Santo Winwaloe) yang memintanya untuk menyelamatkan diri. Dalam pelariannya menunggang kuda, sang raja sempat berusaha menyelamatkan putrinya, Dahut, namun beban dosa yang dibawa sang putri membuat kuda mereka tidak mampu menanjak dengan cepat. Akhirnya, Dahut jatuh ke dalam pusaran air, dan Ys pun tenggelam selamanya ke dasar samudra.
Pesan Moral dalam Legenda: Kisah Ys bukan sekadar dongeng tentang bencana alam. Ini adalah refleksi mendalam tentang konsekuensi dari dekadensi moral. Banyak budayawan percaya bahwa kisah ini diciptakan untuk memperingatkan masyarakat Brittany pada masa lampau mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan duniawi dan nilai-nilai spiritual.
Meskipun sering dianggap sebagai mitos belaka, beberapa ahli mencoba mencari korelasi antara legenda Ys dengan fakta geografis. Wilayah pesisir Brittany memang dikenal memiliki catatan sejarah mengenai kenaikan permukaan air laut yang drastis di masa lalu. Beberapa reruntuhan kuno yang ditemukan di dasar laut di sekitar wilayah tersebut memicu teori bahwa mungkin pernah ada pemukiman yang hilang karena fenomena alam, yang kemudian dibumbui dengan elemen magis oleh generasi penerus.
Dalam tradisi sastra Brittany, legenda ini telah diabadikan oleh banyak penulis dan komposer, seperti opera terkenal "Le Roi d'Ys" karya douard Lalo. Karya-karya ini membantu mempertahankan eksistensi Ys dalam imajinasi kolektif hingga hari ini.
Legenda Kerajaan Ys memiliki kekuatan yang bertahan lama karena menyentuh ketakutan universal manusia: kehilangan apa yang kita bangun dengan susah payah karena kesalahan kecil. Hingga kini, penduduk lokal di sekitar Teluk Douarnenez masih sering menceritakan bahwa di saat laut sedang tenang dan jernih, suara lonceng gereja dari kota Ys yang tenggelam terkadang masih terdengar berdentang dari dasar samudra.
Terlepas dari apakah Ys benar-benar ada sebagai entitas politik yang nyata atau hanya sebuah alegori, ia tetap menjadi warisan budaya yang tak ternilai bagi rakyat Brittany. Ia mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun benteng yang kita bangun, integritas dan kebijaksanaan adalah pertahanan yang jauh lebih utama.